Mitos Jenis Kelamin Bayi Berdasarkan Makanan Yang Dikonsumsi Bumil

Mitos Jenis Kelamin Bayi Berdasarkan Makanan Yang Dikonsumsi Bumil

Saat Hamil Kalau Suka Makan Daging Maka Jenis Kelamin Bayi Laki-Laki, Kalau Sayuran Maka Jenis Kelaminnya Perempuan, Fakta atau Mitos ?

Hai bumil cantik, apa kabar? semoga sehat selalu dan lancar hingga hari persalinan ya Moms. Nah saat masa kehamilan pasti sering mendapatkan banyak pesan atau nasihat dari orang-orang terkait kehamilan.

Salah satunya anjuran untuk banyak mengonsumsi buah dan sayur agar anak lahir dengan jenis kelamin perempuan. Sedangkan jika Moms ingin memiliki anak laki-laki, Moms disarankan untuk banyak konsumsi daging.

Akan tetapi, apakah anjuran tersebut benar? Mitos atau fakta? Untuk memahami apakah ada hubungan antara keduanya dan menjawab apakah saran tersebut benar fakta atau sekadar mitos, yuk simak penjelasannya berikut ini!

Di dalam penelitian Dr. Joseph Stolkowski, yang menulis buku berjudul Chasing the Gender Dream, disebutkan bahwa ada berbagai penelitian yang menunjukkan adanya hubungan antara jenis kelamin bayi dengan konsumsi jenis makanan tertentu.

Hanya saja, poin penting yang perlu diperhatikan adalah konsumsi makanan tersebut perlu dilakukan sebelum terjadinya konsepsi, atau sekitar 1,5 bulan sebelum Moms hamil.

Dalam penelitian Dr. Stolkowski, disebutkan bahwa konsumsi seafood dan daging yang banyak sebelum hamil bisa meningkatkan probabilitas bayi terlahir laki-laki. Sementara itu, konsumsi sayur dan buah yang banyak akan meningkatkan peluang lahirnya bayi perempuan.

Lebih jauh lagi, dibahas bahwa konsumsi banyak daging akan membuat vagina menjadi bersifat basa dan mematikan sperma X. karena sperma Y lebih mendominasi, peluang lahirnya bayi laki-laki pun jadi makin tinggi.

Sementara itu, konsumsi buah dan sayur yang tinggi akan membuat kondisi vagina menjadi bersifat asam, yang mengakibatkan dominasi sperma X di atas sperma Y. Karena alasan inilah peluang lahirnya anak perempuan jadi lebih tinggi.

Bahkan, angka kemungkinan keberhasilan dari metode ini juga sangat tinggi, yaitu mencapai 80%. Hanya saja, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, cara ini hanya akan berhasil apabila Moms sudah melakukannya sebelum terjadinya masa konsepsi, alias sudah rajin mengonsumsi buah dan sayur, atau daging dan produk turunannya, jauh sebelum Moms dinyatakan hamil.

Bagaimana jika Moms baru melakukannya setelah Moms dinyatakan hamil? Kalau begini, apa yang Moms konsumsi tidak akan berpengaruh pada jenis kelamin anak yang lahir nantinya. Soalnya, begitu Moms sudah benar-benar hamil, kromosom telah terbentuk, yang berarti jenis kelamin buah hati nantinya sebenarnya sudah ditetapkan. Dengan begitu, tak peduli sebanyak apapun jumlah daging maupun sayur yang Moms konsumsi selama masa kehamilan, hal tersebut tak akan memengaruhi jenis kelamin buah hati nantinya.

Meski demikian,  baik laki-laki maupun perempuan, janin yang ada di dalam rahim Moms, yang akan tumbuh menjadi bayi yang Moms lahirkan serta besarkan nanti, merupakan sebuah berkah yang pasti akan membuat hidup Moms jadi semakin berwarna dan bermakna.

Wah, selain fakta dan mitos kehamilan kita juga punya lho..tips kehamilan sehat di link berikut ini : https://lakarina.id/category/pregnancy-health/

X
WhatsApp Chat with us