4 Tips Agar Moms Tidak “Kebobolan” Setelah Melahirkan

4 Tips Agar Moms Tidak “Kebobolan” Setelah Melahirkan

4 Tips Agar Tidak “Kebobolan” Setelah Melahirkan

Menjadi ibu, baik itu untuk yang pertama kalinya atau bukan, memang sebuah momen yang sangat berharga. Namun, biasanya pasca persalinan sang ayah sudah tidak sabar ingin berhubungan kembali, tapi Moms pasti khawatir jika “kebobolan” lagi.

Untungnya, kebobolan pasca persalinan bisa dicegah. Dengan begitu, Moms tetap bisa berhubungan dengan suami sambil fokus merawat buah hati yang masih sangat usia dini. Apa saja ya cara untuk mencegah kebobolan setelah melahirkan?

1. Gunakan Pil KB

Pil KB merupakan salah satu bentuk kontrasepsi pada wanita yang paling umum. Pil ini menggunakan hormon untuk mencegah proses ovulasi, dan biasanya sudah aman dikonsumsi begitu Moms sudah diperbolehkan untuk melakukan hubungan dengan suami.

Jenis kontrasepsi ini dianggap 99% efektif mencegah kehamilan, tapi penggunaannya harus tepat. Selama Moms menyusui buah hati, biasanya dokter akan memberikan jenis pil KB khusus yang tidak akan memengaruhi produksi ASI.

2.    Gunakan Metode FAM

Metode FAM alias Fertility Awareness-Based Method atau metode perencanaan keluarga alami berarti Moms dan suami perlu menghindari hubungan badan ketika Moms sedang dalam masa subur.

Untuk mengetahui masa subur, Moms perlu mengidentifikasi dan mencatat siklus menstruasi Moms secara berkala. Dengan begitu, Moms bisa mendapatkan pola siklus menstruasi dan memperkirakan masa-masa subur Moms  di kemudian hari.

3. Gunakan Kondom

Mirip seperti pil KB, kondom juga merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang paling umum, namun diperuntukkan bagi pria. Untuk menjamin efektivitas kondom dalam mencegah kehamilan, penggunaannya juga harus tepat.

Hal ini berarti kondom harus dikenakan sejak awal ketika melakukan hubungan badan dan masih terpasang begitu selesai. Lewat penggunaan kondom yang benar, tingkat efektivitasnya dalam mencegah kehamilan bisa mencapai 90%.

Di samping itu, penggunaan kondom juga bisa menjadi alternatif jika Moms dan pasangan kurang menyukai ide untuk menggunakan obat-obatan, alat, atau suntikan untuk KB sebagai upaya untuk mencegah kehamilan, terutama setelah melahirkan.

4.    Dengan Suntik KB

Selain pil KB, wanita juga bisa memanfaatkan suntik KB untuk mencegah kehamilan. Secara garis besar, suntik KB akan membantu memasukkan zat tertentu yang bisa mencegah terjadinya kehamilan.

Biasanya, suntik KB diberikan secara berkala, umumnya tiap tiga bulan. Penggunaan suntik KB bisa jadi solusi yang lebih praktis jika Moms cukup pelupa, mengingat bahwa pil KB perlu diminum secara teratur dan mengikuti aturan tertentu yang telah ditetapkan.

Dan mirip seperti pil KB, suntik KB juga tidak memengaruhi atau menghambat produksi ASI Moms. Dengan begitu, Moms tetap bisa memberikan ASI eksklusif kepada buah hati sejak persalinan.

X
WhatsApp Chat with us